Minggu, 14 November 2010

Lembar Kerja Siswa (LKS) Terstruktur

Direktorat Menengah Umum (dalam Suwarti, 1998) mengatakan bahwa Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah suatu lembaran yang berisikan sejumlah informasi serta instruksi yang ditujukan untuk mengarahkan siswa bertingkah laku sebagaimana yang diharapkan oleh guru. LKS yang baik adalah LKS yang mampu menjadikan siswa mempunyai keinginan untuk beraktivitas sesuai dengan instruksi. Pada dasarnya LKS sangat tepat digunakan untuk menjadikan siswa bekerja secara mandiri. Selain itu, melalui LKS siswa akan mampu mengingat suatu konsep lebih lama bahkan permanen karena konsep tersebut diperolehnya melalui keterlibatan mental atau berpikir mandiri.
Adapun unsur-unsur LKS menurut Ardana (2000) yaitu sebagai berikut.
  1. Materi pokok yang akan dibicarakan.
  2. Tujuan pembelajaran untuk topik yang akan dibicarakan.
  3. Beberapa pertanyaan dan langkah-langkah yang mungkin dapat dilakukan untuk menggali prakonsepsi siswa (pengetahuan yang terkait dengan yang dibicarakan).
  4. Beberapa pertanyaan yang mengaitkan prakonsepsi mereka dengan konsep yang akan diuji.
  5. Beberapa pertanyaan yang dapat membantu siswa, sehingga siswa mampu membuat hubungan antar ide-ide matematis dan hubungan antar pengetahuan konseptual dan prosedural.
  6. Beberapa soal latihan sebagai bahan dalam aplikasi konsep.
Penyelenggara Pemantapan Kerja Guru Matematika (dalam Supriadin, 2003) menyatakan bahwa dalam pembelajaran matematika, LKS mempunyai empat fungsi sebagai berikut.

Sebagai Kegiatan Latihan
LKS dapat digunakan sebagai sarana latihan bagi siswa yang dapat membantu siswa memahami materi. Semakin sering latihan, siswa semakin ingat dengan konsep-konsep yang digunakan untuk menyelesaikan tugas pada LKS.

Untuk Kegiatan Diskusi
Permasalahan yang terdapat pada LKS digunakan siswa untuk kegiatan diskusi dalam kelompok kecil yang dibentuk oleh guru atas kesepakatan dengan siswa. Interaksi antara siswa dengan guru dan siswa lainnya menyebabkan proses pembelajaran menjadi lebih dinamis. Sejalan dengan hal tersebut, interaksi multi arah akan dapat mengoptimalkan proses pembelajaran.

Untuk Penemuan
Dalam LKS siswa dibimbing untuk menyelidiki suatu situasi atau keadaan tertentu agar menemukan pola situasi tersebut, sehingga dapat membuat suatu hipotesa, prakiraan atau dugaan.

Untuk Penerapan
Melalui LKS, siswa dibimbing menuju suatu metode penyelesaian soal dengan menggunakan konsep-konsep yang dimiliki siswa. Hal ini akan berguna untuk soal aplikasi yang memerlukan banyak langkah atau menerangkan gambar.

Adapun peranan LKS bagi guru menurut Pemantapan Kerja Guru Matematika (dalam Supriadin, 2003) adalah sebagai berikut.
  1. Merupakan alternatif bagi guru untuk mengarahkan pengajaran atau memperkenalkan suatu kegiatan tertentu.
  2. Dapat mempercepat proses pembelajaran.
  3. Dapat disiapkan sewaktu jam bebas sebelum memasuki kelas serta dapat dibagikan secara cepat kepada siswa untuk dapat segera dipelajari.
  4. Dapat memudahkan penyelesaian tugas perorangan atau kelompok kecil karena siswa dalam menyelesaikan tugas itu sesuai dengan kecepatannya karena tidak setiap siswa dapat memahami keadaan itu pada setiap keadaan dan waktu yang sama.
  5. Dapat meringankan kerja guru dalam memberi bantuan perorangan atau melakukan remidial untuk pengolahan kelas besar.
Sedangkan peranan LKS bagi siswa menurut Pemantapan Kerja Guru Matematika (dalam Supriadin, 2003) adalah sebagai berikut.

Dapat Membangkitkan Minat Siswa
Jika LKS disusun secara menarik seperti tulisannya yang sistematis, berwarna dan bergambar maka akan dapat meningkatkan minat siswa untuk mengerjakannya.

Sebagai Pembimbing Siswa
Menurut Suwarti (dalam Deyanti, 2008), setiap siswa yang mengerjakan tugas dengn menggunakan LKS akan lebih berhasil dibandingkan dengan siswa yang tidak menggunakan LKS. Oleh karena itu, agar siswa menjadi terbimbing dan memperoleh hasil belajar yang maksimal maka perlu diarahkan dengan menggunakan LKS.

Pujawan (dalam Deyanti, 2008) menyebutkan mengenai pembagian LKS menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

LKS Tak Terstruktur
LKS tak terstruktur adalah lembaran sarana untuk menunjang materi pembelajaran sebagai sumber kegiatan belajar siswa yang dipakai guru untuk menyampaikan pembelajaran. Lembar kerja ini dapat dipakai untuk mempercepat proses pengajaran, memberi dorongan belajar tiap individu atau melengkapi materi pelajaran buku paket dan dapat berisi peunjuk tertulis atau digunakan dengan pengarahan.

LKS Terstruktur
LKS terstruktur adalah lembar kerja yang dirancang untuk membimbing siswa dalam suatu program kerja pelajaran dengan sedikit bantuan guru untuk mencapai sasaran yang dituju dalam pembelajaran tersebut. LKS terstruktur dilengkapi dengan petunjuk dan pengarahan tetapi tidak dapat menggantikan peranan guru. Artinya, secara keseluruhan guru masih memegang peranan dalam pelaksanaan dan perencaan mengajar yang sudah dipersiapkan sebelumnya yaitu menyangkut kegiatan utama seperti memberi rangsangan, bimbingan, pengarahan serta dorongan.

Adapun tujuan LKS terstruktur menurut Penyelenggaraan Pemantapan Kerja Guru Matematika (dalam Widyastiti, 2007) adalah sebagai berikut.
  • Merupakan alternatif bagi guru untuk memantapkan pemahaman siswa dalam mengarahkan kegiatan belajar siswa dan memperkenalkan suatu definisi, konsep, prinsip, dan keterampilan.
  • Dapat mempercepat proses pembelajaran dengan azas pelaksanaan efektifitas dan efisiensi.
  • Melatih daya pikir siswa agar penguasaanya lebih mantap dalam mempelajari materi pelajaran.
Menurut Penyelenggaraan Pemantapan Kerja Guru Matematika SLU (dalam Widyastiti, 2007) LKS terstruktur mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya sebagai berikut.
  • Situasi kelas dapat dikuasai oleh guru, karena guru tidak membelakangi siswa.
  • Meringankan kerja guru dalam memberikan bantuan kepada siswa secara perorangan.
  • Dalam memberikan respon secara cepat, sehingga guru secepat mungkin dapat memprediksi tingkat ketuntasan siswa terhadap pemahaman suatu materi pelajaran.
  • Dapat mengoptimalkan konsentrasi berpikir siswa, karena situasi yang diamati sangat dekat.
  • Dapat mengoptimalkan aktivitas interaksi dan latihan pemahaman dalam menyelesaikan latihan soal-soal.
  • Memerlukan waktu yang relatif singkat dalam membagikan lembar kegiatan.
Dengan demikian, melalui penggunaan LKS terstruktur siswa akan termotivasi untuk menemukan sendiri konsep matematika karena dengan LKS terstruktur siswa diberikan bimbingan. Selain itu, siswa juga dilatih untuk berpikir lebih tersruktur atau sistematis.

10 komentar:

  1. Salam,

    Kaa ..
    postingan inii, kaa dapet darimana kaa?
    ikut seminar kah?

    kaa, aq butuh banget refrensi tentang LKS berstruktur kaa :(
    mohon bantuannya kaa.

    ditunggu balesannya kaa.
    ini email aq kaa.
    chae_oche@yahoo.com

    makasii kaa
    http://chaeraniazizah.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. boleh tau daftar pustaka buat Pujawan (dalam Deyanti, 2008)ya..
    d tunggu balasannya, di heny.kim.07@gmail.com
    thanks.. n_n

    BalasHapus
  3. kaa ak boleh minta daftar pustakanya gak??kirimin ke email ak boleh?? tessy_okty@yahoo.com
    thanks sebelumnya :)

    BalasHapus
  4. buku apa aja yg relevan bwt refrensi LKS terstuktur????

    mohon balasanx!!
    sya tunggu d lailyseptia@yahoo.com

    BalasHapus
  5. minta daftar pustaka ke wiwitharwanto@gmail.com

    BalasHapus
  6. k z juga minta daftar pustaka. tolong kirim k risma_schon@yahoo.com

    BalasHapus
  7. Boss makasie poatinganya
    boleh minta sumber buku dan daftar pustakanya yaaa
    tolong bgt
    makaasiee

    BalasHapus
  8. good posting.., boleh minta daftar pustakanya..???
    m.isdarmanto@gmail.com

    BalasHapus
  9. yang sudah dapat daftar pustaka bagi ke saya juga ya.. pleasee..

    mustikaanriani@gmail.com

    BalasHapus
  10. bagi juga donk daftas pustakanya ke miramulasandiilun@gmail.com

    BalasHapus